Indikator candle stick 1


Indikator candle stick 1

Dalam sebuah grafik candlestik/grafik lilin, mengandung informasi : harga pembukaan (Open), harga penutupan (Close), serta dinamika pergerakan harga (High/Tertinggi - Low/Terendah). Bagian bawah menunjukan harga terendah(lower shadow), sementara bagian atas adalah harga tertinggi(Upper shadow). Dalam grafik lilin bagian tengah terdapat sebuah kotak. Kotak ini akan diberi warna dimana akan menandakan bahwa harga naik atau turun. Bila kotak tidak berwana/ putih, menandakan harga naik, sedangkan bila kotak berwana hitam menandakan harga turun. Lihat gambar dibawah ini.
grafik-candlestick.gif
Harga naik apabila harga penutupan > harga pembukaan. Dan harga turun apabila harga penutupan < harga pembukaan. Disini kita melihat pasti ada jeda waktu antara harga pembukaan dan penutupan, jeda ini sering disebut dengan Time Frame. Dan bisa diatur sesuai keinginan kita, seperti 5 menit, 10 menit, 15 menit, 1 jam, 1 hari, ataupun 1 bulan.
Baik sampai disini beberapa hal tentang grafik candlestik yaitu:
* Open, Close, High, Low
* Shadow, body Untuk membiasakan, selanjutnya akan digunakan istilah ini...

Alasan utama orang menggunakan candlestick, adalah selain hanya menunjukkan harga, juga menyimpan informasi Analisa/pasar. Baik mari kita pelajari dari yg paling sederhana.
Long body : menunjukkan adanya minat yang sangat kuat untuk membeli atau menjual atau bisa juga menunjukkan banyak sekali aktivitas transaksi. Semakin panjang ukuran body berarti minat semakin kuat.
Short body: badan pendek menunjukkan sedikit aktivitas membeli atau menjual. Merupakan kebalikan dari Long body.
grafik-candlestick-long-s.gif
Apabila Long body berwarna putih, ini berarti terjadi banyak aktifitas pembelian dari para trader. Sedangkan jika berwarna hitam, berarti banyak aktifitas penjualan. Dibagian atas dan bawah biasanya ada bayangan (shadow) memberikan petunjuk pergerakan harga selama periode tersebut.
grafik-candlestick-shadow.gif
Sampai saat ini grafik candlestick telah dipetakan menjadi puluhan model konfigurasi, dimana masing-masing model/ pola tersebut, memiliki maksud sendiri- sendiri pula.
Pola dasar Grafik candlestick :
Spinning Tops. Pola ini memiliki panjang shadow yg sama antara atas dan bawah. Menunjukkan adanya ketidakpastian antara pembeli dan penjual.
grafik-candlestick-spinni.gif
Marubozu. Pola ini hanya terdiri kotak/badan saja, tanpa memiliki shadow/bayangan. Bila berwarna putih, maka ini menunjukan tren naik(bulish) yang sangat kuat sekali. Bila berwarna hitam, maka ini menunjukan tren turun(bearish) yang sangat kuat sekali.
grafik-candlestick-marubo.gif
Doji Pola ini terjadi karena harga open/close sama atau hampir sama, sehingga pada grafik biasanya badan hanya akan berupa garis tipis. Pola ini memberikan petunjuk ketidakpastian antara pembeli dan penjual. Model-model pola Doji:
grafik-candlestick-doji.gif
Biasanya jika muncul pola ini, trader akan melihat pola sebelumnya untuk dirangkaikan atau digunakan sebagai bahan referensi. Semisal jika Doji muncul setelah Marubazu putih, menunjukkan pada saat dimana Doji muncul selera pembeli telah jenuh. Atau di pasar jumlah pembeli telah mulai berkurang.
<grafik-candlestick-doji-w.gif
Demikian pula apabila Doji muncul setelah Marubazu hitam, menunjukkan pada saat dimana Doji muncul selera penjual telah jenuh. Yang perlu dicermati adalah bahwa tanda Doji ini belumlah merupakan konfirmasi akhir bahwa pasar telah jenuh. Perhatikan beberapa saat pola baru yg muncul untuk memberikan kepastian.
grafik-candlestick-doji-b.gif
Reversal Pattern / Pola pembalikan arah Agar memenuhi syarat sebagai pola reversal, maka kita harus melihat arah tren sebelumnya. Sedangkan tren dapat kita tentukan melalui analisa garis tren, moving average, analisa teknis lainnya(akan kita ulas dalam artikel selanjutnya). Baik, mari kita lihat bagaimana analisa grafik candlestick ini dapat memberikan sinyal suatu pola pembalikan
Hammer dan Hanging Man. Pola ini terlihat dengan ciri body kecil serta garis bawah shadow yg panjang.
grafik-candlestick-hangin.gif
Hammer menunjukan pola pembalikan dari sebelumnya turun ke arah naik (bullish). Sedang kebalikannya Hanging Man menunjukan pola pembalikan dari sebelumnya naik ke arah turun (bearish). Lihat gambar dibawah.
grafik-candlestick-man.gif
Hammer dan hanging man, dapat dimaknai bahwa pada saat itu terjadi tarik-ulur yg sama-sama kuat antara pembeli dan penjual (ketidak pastian). Apabila sinyal ini muncul, tunggu sampai beberapa pola berikutnya untuk mengkonfirmasi bahwa memang betul sinyal ini adalah sinyal pembalikan arah.
Tambahan sedikit, ada jenis pola yg bentuknya merupakan kebalikan dari Hammer dan hanging man, yaitu Inverted Hammer dan Shooting star. Memiliki arti/ fungsi yg kurang lebih sama. Namun memiliki tampilan dimana body kecil dan bayangan atas yg panjang. Lihat gambar dibawah ini
grafik-candlestick-shooti.gif
Rangkaian pola pembalikanya biasanya terlihat.
grafik-candlestick-invert.gif
Nah, sampai disini kita telah mempelajari grafik candlestick serta pengenalan pola dasar dalam grafik candlestick.
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
sakura chan
AUTHOR
April 7, 2015 at 2:41 AM delete

Terima kasih atas informasinya, saya kira dengan informasi ini akan sangat bermanfaat untuk saya karena sekarang saya bisa mengetahui bagaimana prinsip analisa dengan menggunakan candlestick. selama ini saya masih menggunakan prinsip indikator yang biasa di broker octafx berdasarkan indikator custom yang saya peroleh dari teman saya

Reply
avatar