mengatasi kerugian trading ketika salah open posisi


6 Trick mengatasi kerugian trading ketika salah open posisi


Apa yang dilakukan jika terjadi salah posisi ? Salah posisi biasa terjadi jika trading berdasarkan short term trend, tetapi bisa diantisipasi dengan management risk, beberapa management risk yang biasa diterapkan trader adalah:

1. Averaging


Mengambil posisi yang sama setelah beberapa points salah posisi.

Contoh: trader x mengambil 1 posisi sell EUR/USD diharga 1.4550, lalu terjadi salah posisi setelah 100 points atau pada harga 1.4650 trader x melakukan averaging dengan membuka 1 posisi sell baru, keuntungan bisa didapatkan setelah harga turun 60 points dari level 1.4650, sehingga tidak perlu menunggu harga kembali ke level 1.4550 untuk mengambil keuntungan.

2. Locking / Hedging

Mengambil posisi berlawanan jika terjadi salah posisi.

Contoh: trader x mengambil posisi sell EUR/ USD diharga 1.4550, lalu harga naik ke 1.4600, untuk meminimalkan kerugian maka trader x membuka posisi buy di level tersebut. Posisi Locking atau Hedging tersebut bukan berarti rugi karena belum ada posisi yang ditutup. Disaat harga naik lagi ke level 1.4650, trader x menutup posisi buy dengan keuntungan 50 points, dan disaat posisi sell BEP atau kembali ke level 1.4550, posisi tersebut bisa dituutp tanpa mengalami kerugian.

3. Double Cover


Mengambil posisi 2 kali lipat dari posisi pertama.

Contoh:

A. Trader x mengambil posisi 1 lot sell EUR/ USD di level 1.4550, tetapi harga naik ke 1.4600, lalu trader x melakukan double cover dengan membuka posisi sell 2 lot pada level tersebut, sehingga trader x hanya membutuhkan 25 points lebih untuk mendapatkan keuntungan.

B. Trader x mengambil posisi 1 lot sell EUR/ USD di level 1.4550, tetapi harga naik ke 1.4575, lalu trader x melakukan double cover dengan membuka posisi 2 lot buy pada level tersebut. Harga terus naik ke level 1.4610, pada level ini trader x telah mendapatkan keuntungan dan semua posisi bisa langsung ditutup.

4. Cut Lost

Trader x mengambil posisi 1 lot sell EUR/ USD di level 1.4550, tetapi harga naik ke 1.4600, lalu trader x melakukan cut lost untuk meminimalkan kerugian karena menurut analisanya harga akan terus naik.

5. Cut and Reverse

Trader x mengambil posisi 1 lot sell EUR/ USD di level 1.4550, tetapi harga naik ke 1.4600, lalu trader x melakukan cut lost untuk meminimalkan kerugian karena menurut analisanya harga akan terus naik tetapi langsung membuka posisi 1 lot buy EUR/USD di level tersebut. Sehingg dibutuhkan lebih dari 50 points untuk menutupi kerugian posisi sebelumnya dan mengambil keuntungan.

6. Cut and Double Lot

Trader x mengambil posisi 1 lot sell EUR/ USD di level 1.4550, tetapi harga naik ke 1.4600, lalu trader x melakukan cut lost untuk meminimalkan kerugian karena menurut analisanya harga akan terus naik tetapi langsung membuka posisi 2 lot buy EUR/USD di level tersebut. Sehingga hanya dibutuhkan 25 points lebih untuk menutupi kerugian posisi sebelumnya dan mengambil keuntungan.

(Artikel forex by forexfighter.page.tl)
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
sakura chan
AUTHOR
April 7, 2015 at 2:43 AM delete

Ini yang sering mebnjadi momok menakutkjan bagi trader dan seringnya trader mendapatkan kerugian karena sering menghold kerugian sampai MC padahal jika memang salah sebaiknya lakukan cutloss dan lakukan reverse trading. Hal ini yang sekarang saya coba aplikasikan dalam trading yang saya lakukan di broker octafx dengan menggunakan akun Ctrader ECN dengan deposit minimal 5$

Reply
avatar